C

koin peduli puncak

Puncak(News)- Akhirnya sejumlah penggiat Puncak berani menyuarakan secara nyata (bukan hanya maya) kegelisahan dan suara hatinya yang selama ini terpendam. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Kang Azet selaku ketua Gerakan Koin Peduli Puncak mengatakan, "Sudah lebih dari 30 tahun kita didzolimi karena pemberlakuan satu arah." Masyarakat Puncak tidak boleh sakit dan tidak boleh melahirkan karena pemberlakuan satu arah menahan mereka untuk bisa pergi ke rumah sakit. Diperlukan adanya perhatian lebih nyata baik dari Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Pusat. Multi-dimensional masalah Puncak memerlukan extreme action sebelum semakin terlambat dan menciptakan masalah yang lebih rumit lagi untuk dipecahkan.

Aksi ini juga menuntut agar dilakukannya moratorium pembangunan hotel, villa, dan gerai modern seperti alfamart dan indomart yang memang menjamur sehingga mematikan usaha rakyat. Penyelamatan Perkebunan Teh Gunung Mas juga menjadi tuntutan para penggiat lingkungan dalam aksi ini seperti disampaikan oleh Kang Ebing selaku tokoh Masyarakat Adat Puncak.

Para penggiat juga mengatakan sedang mempersiapkan aksi jilid 2 bila belum juga mendapat perhatian yang nyata dari para pemangku kepentingan khususnya pemerintah. Ini merupakan perhatian serius untuk semua agar lebih memperhatikan dan memperlakukan Kawasan Puncak sebagai kawasan konservasi dan daerah tujuan wisata.

moratorium aksi damai